Kita bisa pintar karena guru, kita belajar sopan, akhlak, santun, dari bangku sekolah yang diajarkan oleh guru, kita bisa juga memahami, menjaga dan menenggang rasa atau bertoleransi kepada sesama dan pendidikan serta pelajaran itu di dapat dari guru, yang mana kita diajarkan mengenai pendidikan moral agar kita sebagai anak bangsa mempunyai akidah dan akhlak yang baik.
Begitu juga halnya dalam menerima tamu, kemitraan, kerja sama dan sebagainya kita harus bahkan wajib menjunjung tinggi etika, adab atau attitude. Namun, lain halnya dengan
salah satu oknum Humas SMAN 1 Rawamerta Karawang inidial O yang diduga kurang merespon baik dan enggan menghadapi wartawan yang datang untuk bersilaturahmi guna mempererat kemitraan dan kerjasama terkait pemberitaan program dan kegiatan sekolah.
Padahal, selama ini Humas SMAN 1 Rawamerta tersebut terkenal baik, namun tak di nyana tiba tiba bisa berubah sifat entah kenapa ?
Selain sebagai jembatan informasi tugas media sebagai sosial kontrol seperti mengawasi, memonitor dan menjaga, baik untuk umum maupun individu yang ada di lingkungan sekitar.
Menanggapi hal tersebut, memunculkan pertanyaan besar. Pasalnya O oknum Humas SMAN 1 Rawamerta tersebut diduga alergi wartawan. Selain itu sikap dan nada bahasanya pun terkesan menyepelekan terhadap profesi, padahal sejatinya pekerjaan yang di gelutinya pun itu merupakan profesi.
Terkait dengan hal itu, kepada pihak dan instansi terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Dan Budaya Kabupaten Karawang diharapkan untuk bisa teguran secara tegas atau tindakan dengan memberikan pemahaman etika yang lebih baik.











