TANGGAMUS- Tinta Merah Click—Sikap tidak terpuji diduga dilakukan Oleh RD Menantu dari Oknum Kepala Pekon Waygelang , Kecamatan Kota Agung Barat , Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung terhadap salah seorang Wartawan Media online Analisasibernews, id
Menurut keterangan, kejadian korban bermula Pada hari Rabu 07 Oktober 2026 ketika salah seorang Wartawan bernama TOMI Biro Media analisasibernews,id memuat Berita terkait dugaan penyimpangan anggaran dana desa pekon Waygelang, kecamatan Kota agung barat, belakangan diketahui bahwa oknum Kepala pekon waygelang adalah mertua dari pelaku pengancaman pelaku pengancaman RD , diduga iya melakukan pelecehan dan pengancaman kepada wartawan Media analisasibernews, id lantaran iya tidak Terima sang mertua diberita terkait dugaan korupsi dana desa tahun 2023, peristiwa pengancaman tersebut di lakukan RD via telepon seluler whatsapp , RD melontar kata-kata hinaan dan makian ujar korban.
Namun sangat disayangkan, saat RD menghubungi TOMI via telepon whatsapp, bukan nya memberikan hak jawab atau klarifikasi, namun diluar dugaan Tomi malah mendapat kan ancaman deri RD menantu Kepala pekon waygelang, perilaku dan ucapan RD tidak pantas dilontarkan oleh menantu pejabat publik yang terkesan mencerminkan anti kritik dengan nada mengancam dengan mengatakan bahwa media analisasibernews, id media bodong dan media abal-abal, RD juga mengatakan bahwa persoalan ini bukan lagi sengeketa pers melainkan pidana, RD mengatakan bahwa apa bila iya tidak bisa memenjarakan korban maka dirinya siap untuk dipotong tangan, kaki hingga telinga nya, silahkan potong tangan/kaki kuping hingga Kepala nya bilamana iya tak bisa membui korban dan iya mengatakan dengan lantang bahwa media analisasibernews, id A1 media bodong, media abal-abal tidak memiliki badan hukum serta legalitas lengkap, bahkan iya mengatakan kamu salah lawan TOMI ungkap nya.
“Tomi mengaku heran terhsikap Anak menantu oknum Kepala Pekon waygelang yang belum diketahui maksud dan tujuannya dengan mengeluarkan kata-kata jauh dari substansi materi yang sedang digalinya untuk dijadikan produk jurnalis .
Bahkan, lanjut Tomi , tidak sampai disitu menantu oknum kakon Waygelang seakan mengancam dengan kembali mengingatkan memperlihatkan sikap yang berubah-ubah seperti hendak melakukan sesuatu tindakan terhadapnya.
“Berkaitan dengan hal tersebut, awak Media kembali mengkonfirmasi Oknum Kepala Pekon Waygelang Via telepon seluler whatsapp Rabu 07 Oktober 2026, erkait insiden tersebut dangan mengirimkan pesan melalui WhatsApp dan menghubungi Via telepon selulernya, namun sayangnya sampai saat ini Sang Kepala pekon belum juga memberikan klarifikasi alias diam seribu bahasa.
Sementara itu, Kuasa hukum media analisasibernews, id menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan Wartawannya terkait pemberitaan dugaan penyimpangan Dana desa Pekon Waygelang tahun 2022, dan segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Lampung.
“Maka dengan adanya dugaan ancaman terhadap wartawan kami dan demi memastikan keselamatannya, maka redaksi akan menyerahkan persoalan kepada tim kuasa hukum media analisasibernews, id dan kami pun akan segera berkomunikasi dengan pihak kepolisian polda lampung. (Team)











