TANGGAMU-Tinta Merah Click-Diduga tidak terima diberitakan dengan adanya aktivitas pengecoran BBM Subsidi Jenis solar Pengawas SPBU 24.353.47 Sukamernah gunung Alip Bernama RUDI Ancam bunuh wartawan media ini.
Diketahui pada tanggal ( 20/06/2026 ) terendus adanya pengecoran BBM bersubsidi Jenis solar di SPBU 24.353.47 Sukamernah kecamatan Gunung alip, diduga tak Terima dikonfirmasi Terkait dugaan ada main mata antara Pengawas SPBU kepada mafia BBM subsudi dan mendapat Fi dar para pengecor, Rudi Pengawas SPBU 24.353.47 mengeluarkan kata-Kata bernada ancaman
menurut korban Pengawas SPBU 24 353.47, mengucap kan kata-Kata bernada ancaman pembunuhan,
Maaf saya lagi di geraja, anda mengganggu ibadah saya,. itu berita keluar saya cari kamu sampai ujung kamu apa saya yg mati, terserah kamu saja, kamu nuduh saya tanpa bukti dan diduga kebal hukum seolah ketika wartawan korban pengancaman mengatakan akan menempuh Jalur Hukum iya mengatakan boleh sekalian bawa narasumber mu yang mengatakan saya dapat jatah ucap Pengawas SPBU 24.353.47 Bernama Rudi ungkap korban.
Mirisnya,saat dikonfirmasi media oknum pengawas SPBU 24.353 47 bernama Rudi menuding pemberitaan media hanya tidak benar, itu pemberitaan fitnah tidak benar jangan sampai berita itu keluar saya cari kamu, kamu apa saya yang mati ucap Rudi melalui pesan singkat chat whatsapp
“Aksi oknum pengawas SPBU 24.353.47 ini menjadi tamparan keras bagi komitmen Pertamina dalam mewujudkan program “Pertamina Clean”. Program yang digagas untuk memberantas segala bentuk kecurangan dan pelanggaran di lingkungan perusahaan justru ternodai oleh tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Korban berharap agar kasus ini tidak hanya berhenti pada tindakan pemecatan terhadap Oknum Pengawas bernama Rudi Pihak berwajib juga perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar di SPBU 24.353.47 tersebut.
Selain itu, Pertamina perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di seluruh SPBU untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. ungkap korban (Tim







