Karawang|Tinta Merah Click|| Camat Rengasdengklok memerintahkan kepala desa untuk bertindak tegas terhadap pembuang sampah sembarangan dengan cara melaporkan kepada pihak Kepolisian agar ditangkap dan dibina.
Tidak cukup hanya merangkul Kepolisian, Camat Rengasdengklok juga akan melibatkan TNI untuk mengatasi maraknya aksi pembuangan sampah sembarangan di wilayah itu.(22/10/26)
Langkah itu diambil menyusul maraknya aksi pembuangan sampah di tepi jalan ataupun sungai oleh pihak tak bertanggung jawab di wilayah Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok Karawang, Jawa Barat. Kondisi itu terlihat di sejumlah wilayah terutama di sekitarnya
“Kalau kita lihat memang masih ada oknum warga yang membuang sampah sembarangan. Makanya saya instruksikan kepada Kepala Desa dan perangkatnya mulai RT/RW sampai Linmas untuk bersama-sama, apabila ada oknum yang membuang sampah sembarangan, kalau bisa ditangkap dan dibina,” kata Camat Rengasdengklok
Tindakan tegas perlu dilakukan untuk menimbulkan efek jera agar Dusun Bojong Karya 1 Desa Rengasdengklok Selatan Kabupaten Karawang ke depannya lebih bersih dan rapi. H PANJI Santoso bahkan meminta bantuan Kepolisian dan TNI untuk bersama melakukan tindakan tegas terhadap pembuang sampah.
“Pak Kapolsek dan Pak Danramil, mohon dibantu juga karena kita memang ingin Dusun Bojong Karya 1 Desa Rengasdengklok Selatan ini benar-benar bersih dan rapi,”
Kepala desa Rengasdengklok Selatan,Hj Asih Mintarsih mengatakan, persoalan sampah membutuhkan kesadaran semua pihak untuk menuntaskannya.
“Kalau kami sudah menyurati semua kepala desa untuk menindaklanjuti instruksi Pak Camat dan meminta agar mereka berkoordinasi dengan unsur Muspika untuk menindaklanjutinya kalau–misalkan–ada oknum warga yang tertangkap buang sampah sembarangan,” kata Hj Asih Mintarsih
Hanya saja, sejak surat dilayangkan, belum ada satupun kepala desa di wilayahnya yang melaporkan ada oknum warga yang tertangkap tangan.
“Yang tertangkap belum ada. Kendalanya yang pertama, sebetulnya kami tidak tahu itu warga mana, mereka membuang sampahnya jam 2 atau jam 3 pagi sehingga terkadang kepala desa, RT ataupun RW suka kecolongan,” katanya.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya untuk mencegah hal itu terjadi dengan meminta mengajak warga di semua wilayahnya mengaktifkan kembali siskamling.
“Selain itu kami juga sudah meminta agar para Aparat Pemerintahan Desa melaksanakan goloran atau kerja bakti serta berkoordinasi dengan bidang kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup untuk mengangkut sampah-sampah itu,” kata Hj Asih Mintarsih











